Info Terkini
Selamat menyongsong MUSDA WHDI Kepri, Minggu 1 Maret 2015 di Hotel Planet Holiday Batam
Selamat atas Pawiwahan dan Sudiwadani I Gusti Kade Sugiantara dgn Shinta, 19 Feb.'15
Selamat datang di Hindu Batam, Informasi seputar kegiatan Umat Hindu di Batam

Terima kasih atas kunjungan anda. Apabila ingin berdiskusi lebih lanjut silakan hubungi kami

tim pengasuh.

 

Cerita Hindu

TANTRA: BRAHMANA DAN PENIPU

Di suatu desa hiduplah seorang Brahmana yang sangat rajin dan taat agama. Saban hari mempersiapkan bunga-bunga, dupa dan buah-buahan serta...

Sidebar1

Sekolah Minggu

[Pasraman Jnana Sila Bhakti]

Salah satu dari kegiatan Pasraman Hindu Kota Batam adalah menyelenggarakan pendidikan agama Hindu dari tingkat SD sampai dengan Perguruan Tinggi. Kegiatan belajar mengajar ini diadakan setiap hari Minggu di Pura Agung Amertha Bhuana mulai pukul 09:00 WIB selengkapnya

INFO PASRAMAN

BHUTA YADNYA

Written by 
Published in upacara
Monday, 21 December 2009 16:39
Rate this item
(1 Vote)

Bhuta Yadnya adalah yadnya yang ditujukan kepada Bhuta Kala yang mengganggu ketentraman hidup manusia. Bagi masyarakat  Hindu bhuta kala ini diyakini sebagai kekuatan-kekuatan yang bersifat negatif yang sering menimbulkan gangguan serta bencana, tetapi dengan Bhuta Yadnya ini maka kekuatan-kekuatan  tersebut akan dapat menolong dan melindungi kehidupan manusia.

Adapun tujuan Upacara Bhuta Yadnya adalah disamping untuk memohon kehadapan Hyang Widhi (Tuhan Yang Maha Esa) agar beliau memberi kekuatan lahir bathin, juga untuk menyucikan dan menetralisir kekuatan-kekuatan yang bersifat negatif yang disebut bhuta kala tersebut sehingga dapat berfungsi dan berguna bagi kehidupan manusia.

Bhuta Yadnya, pada umumnya dapat dibagi menjadi tiga tingkatan, yaitu

  • Upacara Bhuta Yadnya dalam tingkatan kecil seperti segehan  dan yang setingkat.
  • Upacara Bhuta Yadnya dalam tingkatan sedang (madya) yang disebut "caru".
  • Upacara Bhuta Yadnya dalam tingkatan yang besar (utama).

a. Upacara Bhuta Yadnya dalam tingkatan yang kecil.
Upacara ini di sebut dengan “ Segehan “, dengan lauk pauknya yang sangat sederhana seperti bawang merah, jahe, garam dan lain-lainnya. Jenis-jenis segehan ini bermacam-macam sesuai dengan bentuk dan warna nasi yang di gunakannya. Adapun jenis-jenisnya adalah Segehan Kepel dan Segehan Cacahan, Segehan Agung, Gelar Sanga, Banten Byakala dan Banten Prayascita.

b. Upacara Bhuta Yadnya dalam tingkatan yang sedang ( madya ).

Tingkatan upacara dalam tingkatan madya ini di sebut dengan “ Caru “. Pada tingkatan ini selain mempergunakan lauk pauk seperti pada segehan, maka di gunakan pula daging binatang. Banyak jenis binatang yang di gunakan tergantung tingkat dan jenis caru yang di laksanakan. Adapun jenis-jenis caru tersebut adalah Caru ayam berumbun ( dengan satu ekor ayam ), Caru panca sata ( caru yang menggunakan lima ekor ayam yang di sesuaikan dengan arah atau kiblat mata angin ), Caru panca kelud adalah caru yang menggunakan lima ekor ayam di tambah dengan seekor itik atau yang lain sesuai dengan kebutuhan upacara yang di lakukan, dan Caru Rsi Gana.

c. Upacara Bhuta Yadnya dalam tingkatan yang besar ( utama ).
Tingkatan yang utama ini di sebut dengan Tawur misalnya Tawur Kesanga dan Nyepi yang jatuhnya setahun sekali, Panca Wali Krama adalah upacara Bhuta Yadnya yang jatuhnya setiap sepuluh tahun sekali, dan Eka Dasa Rudra yaitu upacara Bhuta Yadnya yang jatuhnya setiap seratus tahun sekali.


Read 18744 times Last modified on Sunday, 11 January 2015 13:44

Leave a comment


 

 

Sidebar2

Copyright © 2010 Hindu Batam